B. Metode Penelitian

Penelitian ini menerapkan pendekatan Mixed Methods dengan desain sekuensial eksploratif. Lokasi pilot project berada di Desa Dendang, Belitung Timur, untuk menguji adaptabilitas nenas (Ananas comosus) pada lahan berpasir kuarsa.

B.3 Pengembangan Model: Algoritma MEKIH

Sebagai kontribusi orisinal, penelitian ini merancang Matriks Evaluasi Kinerja Industri Hijau (MEKIH). Nilai akhir ditentukan melalui rumus:

[ Rumus MEKIH Score ]

Di mana adalah bobot kepentingan untuk setiap parameter, dan adalah nilai ternormalisasi dari indikator berikut:

  • Efisiensi Energi: Rasio penggunaan energi per unit output.
  • Efisiensi Air: Mengukur tingkat daur ulang air (sistem closed-loop).
  • Minimasi Limbah: Volume limbah yang ditekan melalui inovasi circular economy.
  • Emisi Gas Rumah Kaca: Penghitungan jejak karbon dari aktivitas logistik.

Tabel 1. Parameter dan Indikator Penilaian MEKIH

Parameter (Pi) Indikator Kinerja Utama (KPI) Satuan Bobot (wi) Justifikasi Teoretis
Efisiensi Energi Konsumsi energi per ton hasil panen nenas MJ/Ton 0.25 Menilai ketergantungan pada energi fosil
Efisiensi Air Persentase air yang didaur ulang % 0.20 Krusial untuk lahan dengan daya ikat air rendah
Minimasi Limbah Pemanfaatan kulit nenas jadi pupuk organik % 0.20 Implementasi Circular Economy
Jejak Karbon Estimasi emisiAlat berat t

0.15 Target Net Zero Emission regional
Residu Logam Kandungan Pb, Sn, dan As pada produk ppm 0.20 Keamanan pangan dan kesehatan konsumen

Integrasi ke dalam SIIProv Babel

Model MEKIH diintegrasikan ke dalam arsitektur Sistem Informasi Industri Provinsi (SIIProv) Babel melalui tiga pilar:

  1. Input Layer: Modul self-assessment bagi pelaku industri.
  2. Process Layer: Dashboard GIS untuk memetakan "titik hijau" secara spasial.
  3. Output Layer: Rekomendasi otomatis untuk insentif pajak atau notifikasi perbaikan.

C. Kerangka Teori

Landasan teori dibangun di atas integrasi multidisiplin: Circular Economy, Phytoremediation, dan Industrial Symbiosis.

C.1 Ekonomi Sirkular: Paradigma Close-the-Loop

Mengadopsi prinsip Cradle-to-Cradle (C2C), memandang tailing bukan sebagai beban, melainkan "nutrisi" teknis untuk industri konstruksi seperti beton geopolimer (semen-nol) yang ramah lingkungan.

C.2 Fitoremediasi & Ameliorasi

Mengatasi karakteristik tanah Typic Quartzipsamments (pasir >90%) dengan tanaman pionir nenas. Mekanisme utamanya adalah Fitoekstraksi (menyerap logam berat) dan Fitostabilisasi (mengimobilisasi polutan di akar).


D. Hasil dan Pembahasan